spacer
spacer search

elcom.umy.ac.id
E:LEARNING COMMUNITY

Search
spacer
Kami mencoba lebih dekat anda, dengan mencoba mehilangkan batas waktu dan geografis.. Kalopun ada batas, pastilah bandwidth..Cry
 
header
Main Menu
Home
Warta
Articles
Search
Elearning FAQS
UmyAfiliates
SMUN 1 Teladan
SMUN 1 Imogiri
SMK Muh 2 Yogyakarta
SMAN 6
SMK 1 Pengasih
SMK Muh Semin
SMA Muh Bantul
Muallimin Muh
SMK Muh 1 Wates
SMKN Sewon
SMAN 1 Gamping
SMKN 1 Nglipar
SMA Muh 1 Wonosobo
SMAN 10 Yogyakarta
SMKN 1 Banjarnegara
SMAN 1 Purbalingga
SMAN 2 Purbalingga
SMA Piri Yogyakarta
SMA Muh Gombong
Mualimat Muh
U N A S
Elearning Pages
eLearning FAI
eLearning FE
eLearning FP
eLearning FH
eLearning Fisip
eLearning FT
eLearning FK
eLearning Pasca
eLearning UBL
eLearning PPB
Articles
 
Home arrow Warta arrow Interkoneksi Sebabkan Biaya Telepon Mahal?

Interkoneksi Sebabkan Biaya Telepon Mahal? E-mail
Senin, 27 Maret 2006
Interkoneksi telekomunikasiInterkoneksi antar operator telekomunikasi selama ini ternyata kerap menaikkan biaya telepon. Interkoneksi selanjutnya diharapkan bisa lebih baik.

Hal itu diungkapkan Hasnul Suhaemi, Direktur Utama Indosat, saat berbincang dengan wartawan di arena IndoWireles Exhibition di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (14/03/2006). Ia mencontohkan beberapa pelanggan Indosat Mentari jika akan menghubungi nomor Telkomsel harus melalui jaringan Telkom, sehingga lebih mahal. "Itu yang sebenarnya merugikan buat masyarakat. Karena harus melalui jaringan yang berputar dahulu," ujarnya. Selain lebih mahal, hal itu menurut Hasnul juga bisa menurunkan kualitas panggilan.

Saat ini operator telekomunikasi di Indonesia sedang persiapan menerapkan interkoneksi berbasis biaya (cost-based). Setiap operator sedang menyusun draft dokumen interkoneksi masing-masing.

Dokumen tersebut akan diajukan untuk negosiasi dengan operator lainnya. Termasuk dalam dokumen tersebut adalah data seperti jumlah pelanggan dan jalur-jalur yang dimiliki.

Draft penawaran interkoneksi Indosat, ujar Hasnul, belum diserahkan ke operator lain karena masih dalam tahap perhitungan. "Kita harapkan di cost-based ini ada semacam hitung-hitungan dan juga kita bisa cari least-cost routing," tuturnya.

Least-cost routing artinya operator berhak memilih rute termurah saat melakukan interkoneksi dengan operator lain. "Selama ini kan, host tidak boleh cari rute yang termurah. Nanti konsep itu (least-cost routing-red) akan kita ajukan berdasarkan interkoneksi ini," ujar Hasnul.

Meski interkoneksi selama ini bisa membuat biaya telepon lebih mahal, namun Hasnul mengatakan interkoneksi versi baru belum tentu menurunkan biaya di sisi konsumen. "Tergantung, buat SLJJ (sambungan langsung jarak jauh-red) mungkin akan lebih murah. Tapi buat lokal mungkin akan lebih mahal. Tergantung negosiasinya," Hasnul memaparkan.

"Perkiraan kita, (interkoneksi berbasis biaya) tidak terlalu banyak mempengaruhi pendapatan namun juga tidak perlu menaikkan tarif. Kasihan masyarakat lah. Tapi kita harapkan dari interkoneksi ini tidak mengharuskan kita mengambil rute termahal," ia melanjutkan.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
spacer
Most Read

 
(C) 2010 elcom.umy.ac.id
spacer