spacer
spacer search

elcom.umy.ac.id
E:LEARNING COMMUNITY

Search
spacer
Kami mencoba lebih dekat anda, dengan mencoba mehilangkan batas waktu dan geografis.. Kalopun ada batas, pastilah bandwidth..Cry
 
header
Main Menu
Home
Warta
Articles
Search
Elearning FAQS
UmyAfiliates
SMUN 1 Teladan
SMUN 1 Imogiri
SMK Muh 2 Yogyakarta
SMAN 6
SMK 1 Pengasih
SMK Muh Semin
SMA Muh Bantul
Muallimin Muh
SMK Muh 1 Wates
SMKN Sewon
SMAN 1 Gamping
SMKN 1 Nglipar
SMA Muh 1 Wonosobo
SMAN 10 Yogyakarta
SMKN 1 Banjarnegara
SMAN 1 Purbalingga
SMAN 2 Purbalingga
SMA Piri Yogyakarta
SMA Muh Gombong
Mualimat Muh
U N A S
Elearning Pages
eLearning FAI
eLearning FE
eLearning FP
eLearning FH
eLearning Fisip
eLearning FT
eLearning FK
eLearning Pasca
eLearning UBL
eLearning PPB
Articles
 
Home arrow Articles arrow Fakta Mengenai Hiu Putih, 30 Tahun Setelah ’Jaws’

Fakta Mengenai Hiu Putih, 30 Tahun Setelah ’Jaws’ E-mail
Senin, 27 Maret 2006

Image
Hiu putih sering digambarkan sebagai ikan pembunuh sehingga dijuluki juga death white.
Da-dum ... Da-dum ... Da-dum, da-dum da-dum da-dum!

Tiga puluh tahun setelah film "Jaws" dirilis, irama dalam dua nada yang diulang-ulang makin keras sehingga menghasilkan bunyi mencekam itu masih dihubungkan dengan hiu putih. Namun great white shark - demikian jenis ini disebut - sesungguhnya tidak seperti apa yang digambarkan film. Mereka bukan sekedar rangkaian gigi mengerikan yang siap menyergap orang-orang yang bermain-main di laut

Terutama bagi para ilmuwan, pemahaman mengenai hiu putih (Carcharodon carcharias) kini makin berkembang sejak Jaws diputar di bioskop-bioskop dunia.

"Image mengenai hewan itu sudah berubah banyak sejak Jaws," kata ahli hiu Peter Klimley dari University of California, Davis. "Kini bila seekor hiu terlihat, semua orang justru berlomba-lomba mendekatinya."

Yah, mungkin tidak semua orang, tapi jelas lebih banyak orang yang akan menonton hiu dari dekat dibanding bila "penampakan" itu terjadi tahun 1975.
 
Meski begitu, "Jaws" telah memberi reputasi buruk yang sulit dipulihkan pada hiu putih. Setiap kali ada serangan hiu dari jenis lain, maka bayangan orang segera mengarah pada hiu putih. Bila diminta menyebutkan hewan paling berbahaya, maka hiu putih sering muncul di urutan atas. Padahal banyak sekali hewan yang jauh lebih sering menyebabkan kematian manusia.

Oleh karenanya para ahli biologi kelautan dan ilmuwan berharap bisa mengubah persepsi orang mengenai hiu putih, bukan lagi sebagai hewan pembunuh yang gemar makan manusia, melainkan sebagai hewan laut purba yang cerdas dan perlu dipahami.

Bukan pembunuh

Image
Hewan ini tidak terlalu doyan manusia. Mereka lebih memilih anjing laut. Serangan pada peselancar terjadi karena bila dilihat dari bawah, papan selancar dan penunggangnya mirip anjing laut.
Menurut catatan, rata-rata enam orang terbunuh oleh hiu (berbagai jenis) setiap tahun. Jumlah ini relatif kecil bila dibandingkan dengan 50.000 orang yang mati per tahun karena digigit ular, atau dua juta yang meninggal karena gigitan nyamuk. Bahkan gajah, yang sering dianggap sebagai hewan lucu dan bersahabat dengan reputasi baik, bertanggung jawab atas kematian rata-rata 500 orang tiap tahun.

Lalu mengapa hiu putih begitu menakutkan bagi banyak orang?

Dengan panjang sekitar 6 meter, great white adalah ikan pemangsa terbesar. Ikan ini sebenarnya berwarna abu-abu di bagian atas, dan putih di bagian bawah atau perutnya.

Pola warna ini membantu mereka berburu karena warna ini membuat hiu sulit terlihat dari bawah dan dari atas. Bila dilihat dari bawah, perutnya akan tersamar dengan warna awan yang putih atau cenderung terang, sementara warna kelabu yang terlihat dari atas akan tersamar oleh gelapnya lautan.

Namun pola warna inilah yang juga membuatnya paling dikenali bila ada  serangan hiu dan semakin memperbesar mitos mengenai great white.

"Hewan ini menjadi jenis yang paling sering tercatat bila ada serangan, walau sebenarnya ada jenis lain yang lebih sering menyerang," kata George Burgess, curator International Shark Attack File. "Hiu putih sangat mudah dikenali, dan segala perbuatannya akan dicatat. Sedangkan serangan dari jenis lain sering tidak terdokumentasi karena penyerangnya tidak dikenali dari jenis apa."

Lebih jauh, ikan hiu raksasa yang ditampilkan di film Jaws telah membuat orang berpikir bahwa hiu putih sangat doyan manusia. Tapi kenyataannya, mereka sesungguhnya tidak makan orang.

"Pendapat bahwa mereka adalah pemakan manusia adalah sesuatu yang keliru," kata Klimley. "Ikan-ikan ini bahkan akan memuntahkan daging kita. Manusia, bagi hiu, tidak cukup bergizi untuk dijadikan mangsa yang harus diburu."

Memang benar beberapa orang pernah digigit hiu. Namun tidak pernah terdengar ada yang pernah dimakan oleh hiu putih. Harap dibedakan antara digigit dengan dimakan. Orang bisa digigit karena dikira makanannya.
 
Hiu menyukai lemak. Lemak memberi tenaga dua kali lipat, sehingga menjadi makanan paling efisien bagi hiu. Tak heran bila mereka memburu anjing laut yang bisa menyimpan 50 persen lemak di tubuhnya. Hiu-hiu biasa mengintai koloni anjing laut untuk menyergapnya.

Dalam penelitiannya, Klimley pernah memberi tanda pada lima ekor hiu dan mengamati perilaku berburu dan makan mereka selama dua bulan.

"Biasanya hiu-hiu ini akan menangkap mangsa dengan rahangnya, dan menyeretnya hingga mangsa berhenti meronta," kata Klimley. "Hiu akan membiarkan mangsa kehabisan darah, lalu melepaskannya mengambang di permukaan laut. Setelahnya hewan-hewan itu akan bergantian memakannya."

Anjing laut bagi hiu seperti makanan berenergi. Sepotong daging anjing laut akan menyediakan cukup tenaga bagi hiu selama enam minggu. Namun anjing laut sulit ditangkap. Mereka bisa bermanuver dengan gesit, melompat dari air, dan berenang dengan kecepatan 40 km/jam.

Dalam pesta para hiu, hewan-hewan ini memiliki urutan makan yang sangat aneh, bahkan bisa dibilang menakjubkan. Ketika seekor hiu berhasil menangkap anjing laut, maka hiu lain yang mencium bau darahnya akan ikut menikmati buruan ketika mangsa itu sudah diapungkan.

"Mereka memiliki cara semacam ritual untuk menentukan siapa yang berhak menggigit mangsa pada urutan selanjutnya," ujar Klimley. "Hiu yang memuncratkan paling banyak air boleh mengerat potongan daging mangsanya. Jadi salah bila kita menyangka hiu adalah hewan bodoh. Mereka nyatanya bisa berkomunikasi."

Walau seringkali menyantap makanan bersama, namun hiu tidak berburu berkelompok. "Kami menduga mereka bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain sebagai kawanan, namun bila mereka bertemu koloni anjing laut, mereka akan berburu sendiri-sendiri," lanjut Klimley.

 

Perbedaan persepsi

Image"Tiga puluh tahun lalu, ketika Jaws dibuat, semua hal yang kita ketahui mengenai hiu putih didasarkan pada pengamatan periodik dari permukaan," kata Randy Kochevar dari Monterey Bay Aquarium.

Setelah itu, Kochevar barulah menggunakan tag elektronik untuk mengikuti hiu putih berkelana di Samudra Pasifik. Hewan-hewan itu seringkali berenang di pesisir California hingga Hawaii, tergantung musim.

Para peneliti di SharkLab, California State University, Long Beach, juga telah mempelajari hiu sejak 1969. Mereka melacak great white dengan tag elektronik, dan hasilnya sesuai dengan penelitian Kochevar.

"Hiu-hiu dewasa terlihat di lepas pantai, sedang yang muda berada dekat pantai," kata direktur SharkLab, Chris Lowe. "Kami menemukan banyak ikan dasar laut di perut hiu muda. Ini berarti mereka makan di dekat pantai. Begitu mereka tumbuh lebih besar, mereka akan menyantap ikan besar seperti mackerel, tuna dan bonito. Lalu setelah mencapai panjang 3 meter, mereka akan mencari anjing laut."

Di pantai Barat AS, para peneliti menjumpai bahwa hiu putih berkeliaran dari California utara - selama musim kawin gajah laut - hingga California Selatan dan Meksiko, dimana banyak hiu muda mencari makan.

Informasi seperti ini akan membantu usaha konservasi, tidak hanya di California, tapi juga di berbagai tempat yang sering dikunjungi hiu putih, seperti Australia dan Afrika Selatan.

Menangkap hiu

Seperti diketahui, banyak hiu diburu untuk diambil siripnya yang berharga mahal di pasaran Asia untuk dijadikan sup. Walau telah dilarang, namun banyak nelayan yang secara sengaja maupun tidak, telah menangkapnya.

Sesungguhnya perburuan hiu lebih mengancam jenis hiu lain, karena hiu putih termasuk sulit ditangkap. Tetapi bila para pemburu menemukannya, jenis ini tetap akan dibantai. Pemburu tidak lagi menganggapnya sebagai hewan menakutkan, tapi lebih sebagai tangkapan besar. Artinya, manusia kini lebih berbahaya bagi hiu dibanding hiu bagi manusia.

Sementara, mereka yang sadar konservasi dan peduli pada kelangsungan kehidupan di Bumi, menganggap hiu sebagai hewan luar biasa, indah, dan penting. "Kita tidak lagi melihat hiu sebagai pemangsa bodoh atau pembunuh garang seperti yang dibayangkan sebelumnya," kata Kochevar.

"Meski begitu, banyak orang telah dibuat takut hiu oleh film Jaws. Sulit untuk mengubah perasaan itu dari pikiran kita," kata Klimley. "Setiap kali hiu muncul atau diberitakan, maka bayangan sebagian orang masih tertuju pada rahang penuh gigi tajam dan suara Da-dum ... Da-dum ... Da-dum....

 

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
spacer
Most Read

 
(C) 2010 elcom.umy.ac.id
spacer