spacer
spacer search

elcom.umy.ac.id
E:LEARNING COMMUNITY

Search
spacer
Kami mencoba lebih dekat anda, dengan mencoba mehilangkan batas waktu dan geografis.. Kalopun ada batas, pastilah bandwidth..Cry
 
header
Main Menu
Home
Warta
Articles
Search
Elearning FAQS
UmyAfiliates
SMUN 1 Teladan
SMUN 1 Imogiri
SMK Muh 2 Yogyakarta
SMAN 6
SMK 1 Pengasih
SMK Muh Semin
SMA Muh Bantul
Muallimin Muh
SMK Muh 1 Wates
SMKN Sewon
SMAN 1 Gamping
SMKN 1 Nglipar
SMA Muh 1 Wonosobo
SMAN 10 Yogyakarta
SMKN 1 Banjarnegara
SMAN 1 Purbalingga
SMAN 2 Purbalingga
SMA Piri Yogyakarta
SMA Muh Gombong
Mualimat Muh
U N A S
Elearning Pages
eLearning FAI
eLearning FE
eLearning FP
eLearning FH
eLearning Fisip
eLearning FT
eLearning FK
eLearning Pasca
eLearning UBL
eLearning PPB
Articles
 
Home arrow Articles arrow Overview Gempa Jogja 27 Mei 2006

Overview Gempa Jogja 27 Mei 2006 E-mail
Selasa, 13 Juni 2006

Gempa JogjaGempa bumi yang mengguncang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.54 WIB yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa sangat mungkin disebabkan oleh aktivitas patahan/sesar aktif di daerah bagian selatan Yogyakarta berarah barat daya-timur.

Tiga seri data dicoba diplot kedalam peta Google Earth. Satu data dari USGS (United States Geological Survey, http://earthquake.usgs.gov/), dan satu seri data dari BMG (badan Meteorologi dan Geofisika http://geof.bmg.go.id/gempaterkini.jsp). serta satu data pusat gempa utama dari EMSC (European-Mediterranean Seismological Centre) .

 

USGS menduga kekuatan gempa sebesar 6.3 Skala Richter dan sumber gempa tersebut berada di darat di dekat sungai Opak (gambar 1).

Gempa Jogja

Gambar 1.
 

Kedalaman gempa ini sangat dangkal, diperkirakan hanya 10Km, sehingga efek atau daya rusaknya sangat besar hingga mencapai sekitar 6-7 MMI. Gempa susulan menurut USGS berada sebelah timur laut dari gempa utama.
Hasil perhitungan BMG menunjukkan gempa berada 25 km sebelah selatan Pantai Parangtritis. Kedalam gempa diperkirakan BMG 33 Km, dengan gempa susulan bergerak kearah timur. Perkiraan dari hasil BMG menunjukkan kemungkinan gempa tersebut adalah akibat subduksi antara Kerak Benua Asia yang bertubrukan dengan Kerak Samodra Australia. Perbedaan pengukuran ini sering terjadi, bahkan juga dengan lembaga pengukur gempa lain yg juga berbeda dengan USGS, misalnya EMSC (European-Mediterranean Seismological Centre) yg menduga pusat gempa berasa diselatan Klaten (lihat gambar 1). EMSC tidak memiliki data gempa susulan utk gempa ini.

Kalau memang dugaan lokasi pusat gempa versi USGS ini benar, maka perlu diperhatikan pergerakan gempa susulan ini sepanjang sesar aktif tersebut. Saya belum tahu sepanjang mana sesar aktif ini memanjang ke arah Timur Laut.

Saya teringat dahulu sewaktu masih kuliah ada peneliti yg akan mengukur pergeseran sesar ini dengan GPS waktu itu (akhir 80an). Tetapi tentunya GPS belum secanggih saat ini. Pergerakan sesar saat itu tidak terdeteksi, karena mungkin keakurasian dan presisi alat GPS yg masih belum sebaik saat ini. Sepertinya tidak ada yg pernah publikasi khusus yang menduga sesar ini akan aktif dengan keaktifan sebesar ini.

Gempa Jogja

Gambar 2.


Saya tidak tahu bagaimana hubungan dengan G Merapi. Kejadian gempa berbeda dengan aktifitas Gunung Api yag akan menunjukkan gejala-gejala sebelum meletus. Misalnya aktifitas kimiawi gas-gas yg keluar, serta gempa-gempa kecil yg dapat dideteksi sebelum benar-benar meletus. Sedangkan gempa merupakan sebuah gejala mendadak akibat "elastic rebound" (proses lentingan) seperti karet yg dilepaskan. Proses gempa dengan mekanisme "elastic rebound" ini akan sangat peka terhadap "trigger-trigger" yang ringan. Getaran-getaran aktifitas Gunung Berapi memang mungkin saja mempengaruhi terjadinya gempa-gempa tektonik yang secara bolak-balik saling mempengaruhi.

Mewaspadai gempa susulan.

Gempa susulan selalu terjadi setelah gempa utama terjadi. Gempa susulan ini masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Gempa-gempa susulan ini cenderung berkekuatan lebih kecil, namun lebih membahayakan efeknya. Walaupun kekuatannya kecil, karena kondisi bangunan sebagian besar sudah rapuh, maka goyangan yg kecil akan memberikan daya rusak yg hebat. Masih perlu diwaspadai dalam beberapahari mendatang. Gempa besar di Aceh akhir tahun 2004 lalu masih memberikan gempa susulan hingga beberapa bulan berikutnya dengan kekuatan yg cenderung menurun.

Tidak ada Tsunami.


Dari tiga institusi (USGS, BMG dan EMSC) hanya BMG yg memperkirakan terjadinya pusat gempa di laut. Gempa kali ini diperkirakan oleh USGS berupa gempa akibat pergeseran lateral (mendatar) bukan akibat tumbukan yg mengakibatkan dislokasi vertikal yg sering menyebabkan tsunami. Dengan demikian tidak perlu dikhawatirkan timbulnya tsunami untuk gempa kali ini. Gempa susulannya tidak akan lebih besar dari gempa utama yg sudah terjadi.

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
spacer
Most Read

 
(C) 2010 elcom.umy.ac.id
spacer